Illustrasi
Oleh: Hasanuddin
Simpul Aktivis Angkatan 98 (SIAGA 98) menegaskan bahwa wacana pilkada langsung maupun pilkada melalui DPRD tidak patut dipertentangkan secara ideologis maupun politis. Keduanya merupakan mekanisme demokrasi yang sah, konstitusional, dan memiliki legitimasi sejarah dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia.
Pilkada langsung merupakan produk penting dari Reformasi 1998, sebagai koreksi atas praktik kekuasaan yang sentralistik dan tertutup. Ia membuka ruang partisipasi rakyat secara langsung dalam menentukan pemimpin daerah dan menjadi simbol kuat kedaulatan rakyat pasca-Orde Baru.
Namun demikian, pilkada melalui DPRD bukanlah bentuk kemunduran demokrasi. Mekanisme ini justru memiliki dasar filosofis dan ideologis yang kuat dalam Sila Keempat Pancasila: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Demokrasi Indonesia sejak awal dirancang sebagai demokrasi yang menggabungkan unsur langsung dan perwakilan, bukan meniadakan salah satunya.
SIAGA 98 memandang bahwa pilihan pilkada melalui DPRD dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dan tanggung jawab partai politik. Selama ini, partai politik kerap dipersepsikan sekadar sebagai kendaraan elektoral atau pelengkap demokrasi prosedural.
Padahal dalam sistem demokrasi modern, partai politik adalah pilar utama demokrasi dan sumber utama rekrutmen jabatan politik, termasuk kepala daerah.
Melalui mekanisme pilkada DPRD, partai politik dituntut untuk:
Menjalankan kaderisasi yang sungguh-sungguh, Mengedepankan kualitas, integritas, dan kapasitas calon pemimpin daerah, Bertanggung jawab secara politik dan moral atas pilihan yang dihasilkan.
Oleh karena itu, perdebatan pilkada langsung versus pilkada DPRD harus ditempatkan sebagai pilihan desain dan strategi demokrasi, bukan sebagai pertentangan antara demokratis dan tidak demokratis. Keduanya konstitusional dan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan bangsa, efektivitas pemerintahan daerah, serta tantangan demokrasi yang terus berkembang.
Sebagai bagian dari generasi Reformasi, SIAGA 98 berkomitmen menjaga api reformasi sekaligus merawat demokrasi yang substantif, berakar pada Pancasila, dan berpihak pada kepentingan rakyat. (*/)
Jakarta, 13 Januari 2026
(*/)Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98
(Simpul Aktivis Angkatan 98)
#Opini
Komentar