Tokoh Maritim Nasional asal Cilegon, Dr. Muchsin Mansyur, S.Pel., SH., MH., C.CL.
CILEGON – Kabar gembira datang dari sektor maritim Kota Cilegon. Setelah melalui proses panjang yang penuh dinamika dan perjuangan melelahkan, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) akhirnya resmi mencapai kesepakatan dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terkait akses jalan menuju lahan Pelabuhan Warnasari.
Kesepakatan ini menjadi momentum krusial. Dalam dunia logistik, akses jalan adalah urat nadi yang menentukan hidup-matinya sebuah pelabuhan sebagai pintu gerbang ekonomi daerah.
Sinergi Tokoh dan Masyarakat
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masif berbagai elemen masyarakat serta kawalan para tokoh penting.
Salah satu sosok yang memberikan perhatian serius terhadap kemajuan pelabuhan ini adalah tokoh maritim nasional asal Cilegon, Dr. Muchsin Mansyur, S.Pel., SH., MH., C.CL.
Sebagai Wakil Ketua Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia (IKPPNI), Dr. Muchsin Mansyur terus mendorong agar Cilegon memiliki kedaulatan maritim melalui PCM.
Dukungan dari pakar hukum maritim dan praktisi pelayaran nasional ini memberikan bobot strategis dalam meyakinkan berbagai pihak bahwa pelabuhan ini adalah kebutuhan pokok bagi masa depan Cilegon.
"Pelabuhan bukan sekadar dermaga, tapi simbol kemandirian ekonomi. Perjuangan mengurai kebuntuan akses ini adalah kemenangan bagi masyarakat Cilegon yang ingin melihat kotanya menjadi pemain utama di kancah logistik global," ungkap Dr. Muchsin dalam sebuah kesempatan. Rabu (21/1/2026).
Perjalanan Melelahkan yang Berbuah Manis
Pembangunan Pelabuhan Warnasari melalui PCM seringkali disebut sebagai "perjuangan berdarah-darah". Selama bertahun-tahun, kendala lahan dan aksesibilitas menjadi tembok besar. Namun, dengan semangat demi memiliki infrastruktur pokok sendiri, PCM terus melangkah maju.
"Poin-poin Penting dalam Kesepakatan:
Akses Jalur Logistik: Pembukaan jalan utama melalui lahan KS yang memangkas hambatan distribusi.
Kolaborasi Strategis: Sinergi antara BUMD (PCM) dan BUMN (Krakatau Steel) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal," jelas Dr Muchsin.
"Kemandirian Ekonomi: Langkah awal agar Cilegon tidak hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri, tetapi pemilik gerbang ekspor-impor," sambungnya.
Dampak Bagi Masyarakat
Dengan disepakatinya akses jalan ini, hambatan utama pembangunan fisik Pelabuhan Warnasari kini telah sirna. Hal ini diprediksi akan membawa dampak ekonomi berantai (multiplier effect), mulai dari:
Penyerapan Tenaga Kerja: Terbukanya ribuan lapangan kerja baru di sektor maritim dan logistik.
Peningkatan PAD: Kontribusi langsung ke pendapatan daerah yang selama ini terlewatkan.
"Efisiensi Industri: Menurunkan biaya operasional perusahaan-perusahaan di kawasan industri Cilegon.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara manajemen yang gigih, dukungan pemerintah, dan kawalan para tokoh maritim nasional mampu mewujudkan mimpi lama yang sempat tertunda," turur Dr Muchsin. (*/red)
#Pembangunan
Komentar