Tim SAR Banten Temukan Jasad Anak Desa Ciagel yang Hilang Tenggelam di Sungai Ciujung

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Tim SAR Banten Temukan Jasad Anak Desa Ciagel yang Hilang Tenggelam di Sungai Ciujung

Jumat, 12 Desember 2025
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Kevin Marfeliansyah, korban yang hilang tenggelam di Sungai Ciujung, Kampung Ocit, Desa Ciagel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Kamis (11/12/2025) lalu, pukul 12.00 WIB. (Foto : Daeng Yusvin)



SERANG– Setelah melakukan pencarian intensif, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Kevin Marfeliansyah, korban yang dikabarkan hilang tenggelam saat sedang  bermain di Sungai Ciujung, Kampung Ocit, Desa Ciagel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Kamis (11/12/2025) lalu, sekira pukul 12.00 WIB.

Jasad bocah 9 tahun, warga Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang ini, ditemukan, pada Jumat (12/12/2025), sekitar 2 km dari lokasi kejadian dikabarkan jatuh dan hilang tenggelam. Atas permintaan pihak keluarga, jasad korban diserahkan untuk dimakamkan.

Upaya pencarian melibatkan unsur gabungan dari Sat Brimobda Polda Banten, Basarnas Banten, BPBD Kabupaten Serang, Polres Serang, Polsek Cikande, Koramil Cikande, serta tim Mapala. 

Tim menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan metode pencarian darat. Lokasi korban tenggelam dengan koordinat 6°09’00.6″S 106°18’34.8″E ini, berjarak sekitar 30,6 kilometer dari kantor SAR Banten.

Setelah proses pencarian yang berlangsung hingga pagi hari, korban akhirnya ditemukan sekitar 2 kilometer dari titik lokasi awal ia dilaporkan tenggelam. 

Petugas kemudian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga di rumah duka. Proses serah terima, berjalan lancar dan penuh keharuan, mengingat keluarga sudah menunggu kepastian terkait keberadaan korban sejak pertama kali kejadian dilaporkan.

Pihak keluarga menegaskan, bahwa mereka menolak dilakukan otopsi maupun visum et repertum terhadap jenazah Kevin. 

Keluarga korban, menyatakan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan memilih segera memakamkan korban sesuai adat keluarga.

Kapolsek Cikande AKP Tatang membenarkan bahwa keluarga menolak pemeriksaan lebih lanjut. “Kami sudah memberikan penjelasan terkait prosedur yang berlaku. Namun keluarga secara resmi menyampaikan penolakan otopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah,” ujar Tatang.

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja keras sejak awal laporan masuk. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dari berbagai instansi yang terlibat. Kerja sama yang solid, membuat proses pencarian dapat berjalan cepat dan efektif," katanya.

Dengan ditemukannya korban, proses pencarian resmi ditutup. Jajaran kepolisian berharap, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area sungai, terutama ketika kondisi arus sedang deras. (*/DY)

#Peristiwa
close