CILEGON — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Cilegon mendesak Pemerintah Kota Cilegon segera mengambil langkah konkret menyikapi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berdampak hingga wilayah pesisir Banten, termasuk Kota Cilegon.
Ketua DPC GMNI Kota Cilegon, Andriansyah, meminta pemerintah memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik mendapatkan layanan kesehatan secara gratis, cepat, dan mudah diakses.
“Kami mendorong Pemkot Cilegon memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Jangan sampai warga yang terdampak justru terbebani biaya ketika membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan,” ujar Andriansyah, Minggu (06/09/2026).
Menurutnya, keluhan seperti batuk, gangguan pernapasan, sesak napas, iritasi mata, maupun gejala ISPA harus mendapatkan perhatian serius. Puskesmas di seluruh wilayah Kota Cilegon harus dipastikan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Andriansyah menegaskan, persoalan ini tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan kesehatan. Pemkot Cilegon juga harus memperkuat sistem penanggulangan dan mitigasi bencana, mengingat Cilegon merupakan kota industri dengan konsentrasi industri berat dan kimia.
“Cilegon memiliki ratusan industri, termasuk industri kimia dan industri padat modal. Kita harus mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih fatal apabila kondisi bencana alam beririsan dengan aktivitas industri. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi korban,” tegasnya.
Mahasiswa juga meminta Pemkot memperkuat koordinasi antara BPBD, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Damkarmat, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi risiko tinggi.
Selain itu, pemerintah didesak memastikan kesiapan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, fasilitas kesehatan, komunikasi darurat, serta prosedur tanggap darurat di kawasan permukiman yang berdekatan dengan kawasan industri.
“Dengan karakter Cilegon sebagai kota industri, mitigasi bencana harus dilakukan secara serius. Kita harus memiliki skenario apabila erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik menimbulkan dampak lanjutan terhadap masyarakat maupun kawasan industri,” kata Andriansyah.
GMNI juga meminta pemerintah memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai perkembangan kondisi abu vulkanik dan langkah perlindungan yang harus dilakukan warga.
“Kesehatan rakyat adalah hak. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah. Kami tidak ingin pemerintah hanya memberikan imbauan, sementara masyarakat menghadapi sendiri dampaknya,” ujar Andriansyah.
GMNI Kota Cilegon menyatakan akan terus mengawal respons pemerintah terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya terkait kesehatan masyarakat, lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana.
“Kami meminta Pemkot Cilegon tidak menunggu dampaknya menjadi fatal. Layanan kesehatan gratis harus dipastikan bagi warga terdampak, sementara sistem penanggulangan bencana harus diperkuat sejak sekarang. Mitigasi bukan dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi sebelum risiko berubah menjadi korban,” pungkas Andriansyah. (*/red)
#Peristiwa
Komentar