SERANG— Keluarga besar Almarhum Haji Jaka Sudira dan Almarhum Hj Muhayah mewakafkan sebidang tanah di lahan yang terletak Wulandira, Desa Toyomerto, Kecamatan Karamatwatu, Kabupaten Serang untuk dunia pendidikan.
Semasa hidupnya, almarhum Haji Jaka Sudira dikenal sebagai nelayan sedangkan almarhum Hj Muhayah merupakan seorang pendidik ( Guru ) di Kabupaten Serang, Banten.
"Kami sebagai ahli waris merasa sangat bangga kepada kedua orang tua kami, sebagai pewaris masih banyak harus belajar dari cara kedua orang tua kami meniti menatap kehidupan yang penuh dengan liku-liku pada jamannya. Yang lebih membuat kami terharu, lada eranya kedua orang tua kami telah mempersiapkan bekal-bekal keilmuan, bagaimana cara menghadapi serta menjalani proses kehidupan di era kami," tutur Haji Agung, salah satu ahli waris. Jum'at (10/2/2023).
"Kami sebagai anak dari kedua almarhum yang nota bene hanya seorang Nelayan dan seorang pengajar/guru sekolah dasar,dimana mereka berdua mampu memberikan arti kehidupan yang mana kita hidup harus peduli terhadap orang di sekeliling kita agar dapat menikmati pendidikan yang layak, dimana ketika itu untuk mendapatkan bersekolah atau mengenal dunia pendidikan amat sangat sulit," sambungnya.
Haji Agung juga mengatakan bahwa berangkat dari pengalaman tersebut, maka dari itu ia menyadari harus peduli terhadap dunia pendidikan dan mengangkat kemiskinan.
"Dimana saat ini kami mampu melakukan itu sesuai amanah dari kedua orang tua kami," tuturnya.
Haji Agung berharap kepada Yayasan Raudatul Jannah di bawah pimpinan Ir.H Muhamad Yusuf Marhaban Eng dapat menjalankan amanah dari keluarga besarnya dalam ikut mencerdaskan anak bangsa dan mengentaskan kemiskinan serta membela agamanya.
"Bahwa tanah ini di wakafkan seluas 2 ribu meter persegi ditambah dengan 6 meter akses jalan. Kami sebagai ahli waris dari orang tua kami H.Jaka sudira dan Hj.Muhayah mempunyai kewajiban meneruskan cita-cita kedua orang tua kami, untuk mewujudkan kepedulian terhadap dunia pendidikan, maka dari itu sebagai bentuk wujud nyatanya iyalah dengan memberikan sebidang objek tanah ini," ucapnya.
Salah satu pengurus Yayasan Raudatul Jannah, Razak mengatakan bahwa ini sekolah yang kedua, yang pertama di PCI, di Wulandira ini rencananya akan dibangun 18 gedung untuk sekolah dasar sedangkan untuk taman kanak-kanak 9 gedung.
"Pengukuran lokasi dihadiri kepala Desa Toyomerto Iskandar S.Ag, Sekdes Desa Toyomerto, Kaur Pemerintahan Desa Toyomerto Madyasin. Sementara dari pihak Yayasan Raudatul Jannah tampak hadir Ketua yayasan Ir.H M Yusuf Marhaban beserta pengurus yayasan," terangnya. (*red)
#Pendidikan
Komentar
