Banjir Rugikan Ribuan Warga Cibeber, Aktivis Desak APH Selidiki Jebolnya Tanggul Sungai

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Banjir Rugikan Ribuan Warga Cibeber, Aktivis Desak APH Selidiki Jebolnya Tanggul Sungai

Minggu, 11 Januari 2026
Ketua OKK Aliansi Banten Birokrasi, Hilman Robiana



CILEGON— Tingginya intensitas hujan yang seharian mengguyur, kembali membuat Kota Cilegon kebanjiran, pada Minggu (11/1/2026).

Bahkan banjir lebih parah terjadi di beberapa lingkungan warga di wilayah Kecamatan Cibeber. Seperti Link. Sambirata, Link Sambilawang dan Link Cibeber. Hal itu diduga karena jebolnya tanggul sungai, sehingga air meluap ke pemukiman warga.

Hal itu mendapat perhatian serius dari 
Ketua OKK Aliansi Banten Birokrasi, Radem Hilman Robiana yang menyatakan keprihatinannya terhadap ribuan warga yang terkena banjir.
Ia menilai banjir di wilayah rawan banjir  Cibeber kali ini, lebih parah dari banjir sebelumnya.


"Ini makin parah ketinggian air sampai perut orang dewasa. Kita turut prihatin semoga banjir bisa segera surut. Dan diharapkan pemerintah daerah bisa move on membantu warga. Mulai dari melakukan evakuasi, menyediakan kebutuhan makan minum dan sebagainya," ucapnya.

Aktivis yang akrab disapa Amay Cobra ini juga menyoroti jebolnya tanggul sungai yang membuat banjir semakin parah. Padahal menurutnya beberapa tanggul yang dibangun oleh Pemkot Cilegon usianya belum lama.


Petugas kepolisian dari Polsek Cibeber terjun langsung ke lokasi banjir. Dalam video ia juga menyampaikan laporan dan himbauan kepada warga

"Padahal pekan sebelumnya banjir lebih tinggi di wilayah lain. Tapi di Cibeber, Sambirata dan Sambi Lawang hari ini banjirnya  lebih parah, karena infonya tanggul jebol. Setahu saya tanggul di sepanjang sungai tersebut, baru dibangun dalam beberapa tahun terakhir, dalam bentuk beberapa paket PL. Jadi usianya masih sumur jagung, kenapa bisa jebol ?," ungkapnya.

"Tentunya kekuatan spek tanggul sudah dihitung oleh orang dinas. Tapi jebolnya tanggul karena pihak pelaksana proyek diduga tidak mengerjakan proyek sesuai spek. Mungkin adukan kurang semen, kualitas material pasir dan batu yang buruk. Dan tugas pengawas dari konsultan dan orang dinas saat opname harus dipertanyakan," sambungnya.

Untuk itu, Amay mendesak kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan tanggul yang jebol di sungai Sambirata dan sekitarnya.

"Kami mendesak APH untuk segera melakukan penyelidikan di titik jebolnya tanggul. Ambil sample di struktur sekitar tanggul yang jebol, lakukan uji lab. Ketika jelas ada unsur spesifikasi yang dikurangi dari RAB, bisa ditindak lanjuti pada titik jebolnya tanggul itu. APH juga berwenang memanggil pejabat pembuat kontrak dan pelaksana proyeknya,," tandasnya. (*/red)


#Peristiwa

close