Jelang Lebaran, Ribuan Guru Madrasah di Cilegon Sudah 3 Bulan Honornya Belum Dibayar

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Jelang Lebaran, Ribuan Guru Madrasah di Cilegon Sudah 3 Bulan Honornya Belum Dibayar

Senin, 16 Maret 2026
Illustrasi (google)


CILEGON— Sejumlah guru honorer Madrasah Diniyah Takmaliyah di Kota Cilegon, Provinsi Banten, mengeluhkan honor yang tak kunjung cair dan belum mereka diterima.

Informasi yang dihimpun, jumlah guru honorer Madrasah Diniyah Takmaliyah di Kota Cilegon, sebanyak 5000 orang lebih. 

Sementara Pemkot Cilegon, mengklaim honor guru honorer yang diterima, sudah naik dari Rp400 ribu menjadi Rp675 ribu per bulan. 

Salah satu guru honorer Madrasah Diniyah Takmaliyah di Kota Cilegon, Jajuli mengatakan, sudah 2 bulan honor guru honorer Madrasah Diniyah Takmaliyah belum diterima.

Apalagi, jumlah uang yang diterimanya nanti, sangat dibutuhkan untuk menghidupi keluarga jelang lebaran. 

"Iya, honornya naik, tapi sampai memasuki bulan tiga dan di triwulan satu ini, belum kami terima. Bicara naik, semua juga setuju, tapi kalau belum dikucurkan, buat apa," kata Jajuli, Senin (16/3/2026).

Ia menuturkan, pihaknya mempertanyakan  terkait honor daerah bagi guru madrasah yang sampe saat ini belum keluar. 

Apalagi, terkesan Pemda Kota Cilegon menyampingkan guru madrasah yang selalu di anak tirikan.

"Padahal, Jasa guru madrasah di kota santri dan seribu masjid ini, perannya sangat penting dalam membimbing dan mendidik Ahlakul karimah untuk anak-anak dan santri kota cilegon,"ujarnya. 

Hal yang sama, dikatakan oleh anggota Forum Komunikasi Diniyah Takmaliyah (FKDT), Kecamatan Ciwandan, Sayuti. 


"Artinya, kalau perbulan Rp 675 ribu, maka dikalikan 2,hasilnya sekitar Rp2 jutaan," ujar Sayuti.

Seharusnya, ujar dia, honor yang diterima oleh guru Madrasah, rutin tiap bulan. Apalagi, mereka mempunyai kebutuhan yang juga untuk menghidupi keluarganya.

"Harusnya, rutin honor itu tiap bulan. Kami, di MDTA banyak pesan Whatsapp dari sahabat guru madrasah diniyah takmiliyah. Dan permasalahannya itu-itu saja, keterlambatan honor," tuturnya.

Keterlambatan pencairan honor, kata dia, bukan sekali dua kali terjadi. Ia mengaku tidak tahu akar permasalahanya ada dimana. Karena setiap pencairan, bakal terjadi keributan yang selalu terjadi.

"Entah sampai kapan persoalan ini terus berulang. Tapi selalu, selalu begitu. Harus ribut dulu, harus gaduh dulu, harus berteriak dulu baru honor daerah dikeluarkan. Kami merasa madrasah diniyah takmiliyan seperti dianaktirikan," ujarnya. 

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkot Cilegon Rahmatullah ketika dikonfirmasi terkait honor guru honorer Madrasah Diniyah Takmaliyah di Kota Cilegon tersebut, membenarkan adanya honor yang belum dibayarkan. 

"Iya, benar 2 bulan honor guru madrasah. Nilainya mencapai  Rp 6 milyar lebih. Sebetulnya tidak ada kendala, hanya beda asumsi. Tadinya dibayarkan 3 bulan, namun ada pendapat belum mencapai tri wulan 1. Jadi, akan kami rubah lagi pengajuannya 2 bulan dan untuk yang 1 bulan akan dibayarkan pada bulan April," terangnya. (*/DY)

#Pemerintahan
close