Diskusi Publik Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Kabupaten Serang Jadi Ruang Aspirasi Masyarakat

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Diskusi Publik Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Kabupaten Serang Jadi Ruang Aspirasi Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026



Serang, 27 Mei 2026 — Forum Aktivis Muda Serang (FAMS) sukses menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk “Menjembatani Pertumbuhan Investasi dengan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Kabupaten Serang Bahagia” yang dilaksanakan di Villa Ciomas, Kabupaten Serang, Senin (25/05/2026).

Kegiatan ini menghadirkan unsur legislatif, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, mahasiswa, pelaku UMKM, pelajar, hingga organisasi kepemudaan sebagai bentuk ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam momentum refleksi satu tahun pemerintahan Kabupaten Serang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten H. Dede Rohana Putra, S.E., M.Si., Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Serang Drs. Khairil Anwar, M.Si., Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Serang Drs. Arif Roikhan, M.Si., Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha, S.H., M.H., MM., Kepala Bapperida Kabupaten Serang Devid Hermawan, S.T., MM., Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang H. Surtaman, S.STP., M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Serang Ajiji, S.Pd., Kepala Kesbangpol Kabupaten Serang H. Haryadi, S.Sos., M.Si., Asda II Kabupaten Serang H. Febiyanto ZS, S.Ag., M.S., serta Camat Ciomas H. Ugun Gumilang, S.P., S.T., M.Si.

Ketua Forum Aktivis Muda Serang (FAMS), Agus Waluyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang partisipasi publik agar masyarakat dapat menyampaikan kritik, evaluasi, serta gagasan terhadap arah pembangunan Kabupaten Serang.

“Diskusi publik ini kami gagas sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap masa depan Kabupaten Serang. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan investasi benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan hanya sekadar angka pertumbuhan ekonomi,” ujar Agus Waluyo.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari tingginya angka pengangguran terbuka, dugaan praktik percaloan tenaga kerja, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan pendidikan, persoalan pungli di sektor pariwisata, hingga aktivitas pertambangan pasir yang dinilai berdampak terhadap lingkungan.

FAMS menilai berbagai kritik dan masukan yang muncul merupakan bentuk kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Serang dan harus dijadikan bahan evaluasi bersama oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah harus hadir secara terbuka menerima kritik dan membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat. Aspirasi publik tidak boleh dianggap sebagai serangan, tetapi sebagai energi perbaikan demi terwujudnya Kabupaten Serang yang lebih baik,” lanjut Agus.

Selain itu, Agus Waluyo juga mengapresiasi kehadiran para narasumber dari unsur pemerintah dan legislatif yang telah memberikan tanggapan langsung terhadap berbagai aspirasi masyarakat dalam forum tersebut.

Menurutnya, persoalan pengangguran, kualitas SDM, serta pengawasan terhadap investasi harus menjadi perhatian serius semua pihak. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan maksimal tanpa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan elemen sipil lainnya.

“FAMS berharap forum seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi mampu menjadi budaya dialog publik yang terus dibangun demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, FAMS juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan Kabupaten Serang agar pertumbuhan investasi dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan publik. (*/red)

#Pembangunan
close