Ketua DPC GMNI Kota Cilegon, Andriansyah
CILEGON — Langkah Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang diduga menyebarkan proposal ke perusahaan dalam rangka Hari Buruh 2026 menimbulkan pertanyaan serius terkait posisi pemerintah sebagai regulator. Dalam konteks hubungan industrial, pemerintah seharusnya berdiri pada posisi egaliter atau sejajar.
Ketua DPC GMNI Kota Cilegon Andriansyah menyinggung ketika pemerintah justru “meminta” kepada perusahaan melalui proposal, kesan yang muncul adalah ketidakseimbangan relasi.
"Pemerintah terlihat tidak menjaga jarak profesionalnya, bahkan berpotensi menciptakan tekanan moral bagi perusahaan. Ini berlawanan dengan prinsip tata kelola yang sehat, di mana pemerintah seharusnya menjadi fasilitator, bukan pihak yang ikut bergantung," tukasnya, Jum'at (01/5/2026).
Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan di Cilegon masih menghadapi persoalan serius, terutama tingginya angka pengangguran. Situasi ini seharusnya menjadi prioritas utama perhatian pemerintah.
"Alih-alih fokus pada kegiatan seremonial, pemerintah diharapkan lebih serius menghadirkan solusi konkret seperti membuka akses lapangan kerja, meningkatkan kualitas pelatihan tenaga kerja, serta memastikan penyerapan tenaga kerja lokal oleh industri," ungkap Andriansyah.
Menurut Andriansyah Ketika pengangguran di Kota Cilegon masih tinggi, kebijakan yang tidak langsung menyentuh akar persoalan akan dinilai kurang relevan. Bahkan, langkah seperti penyebaran proposal untuk kegiatan yang dinilai belum tentu tepat berpotensi memperlemah kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menyelesaikan masalah mendasar.
"Pemerintah perlu menunjukkan konsistensi dalam bersikap menjaga posisi yang adil terhadap perusahaan sekaligus tegas dalam memperjuangkan kepentingan tenaga kerja. Tanpa itu, kebijakan yang diambil hanya akan dipandang sebagai formalitas tanpa dampak nyata," ujar Andriansyah.
Andriansyah menegaskan dalam momentum Hari Buruh seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan strategis, bukan sekadar kegiatan simbolik. Di tengah tingginya pengangguran, masyarakat menunggu langkah nyata, bukan sekadar seremoni. (*/)
#Industri
Komentar