Disebut Proyek "Siluman" Rekonstruksi Trotoar Jalan Protokol Cilegon Diduga Banyak Kejanggalan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Disebut Proyek "Siluman" Rekonstruksi Trotoar Jalan Protokol Cilegon Diduga Banyak Kejanggalan

Sabtu, 22 Agustus 2026
Beberapa pekerja sedang mengerjakan pembongkaran tanpa memasang rambu proyek 



CILEGON— Pelaksanaan pekerjaan proyek Rekonstruksi dan Revitalisasi Jalan Protokol Cilegon menuai sorotan berbagai pihak. Pasalnya, proyek yang diketahui dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon itu, terdapat banyak kejanggalan dalam pelaksanaannya.

"Proyek PL ratusan juta mah soal papan proyek aja digangguin. Ini proyek kakap Rp 3, sekian miliar entah kenapa pada diem. Belum tahu atau gimana?," ungkap pengusaha yang enggan disebut namanya. Jum'at (21/8/2026).

Hal senada diungkap Ketua LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (Inakor) DWP Provinsi Banten, Handi Oktavianus yang menyebut kejanggalan akan kesiapan pihak ketiga sebagai pelaksana pekerjaan.

Tanoa ada mandor proyek, salah satu pekerja bebas pakai sendal saat bekerja

"Seperti proyek "siluman" saja, pekerjaan sudah jalan beberapa hari papan informasi proyek sebagai wujud transparansi penggunaan APBD Kota Cilegon belum dipasang di lokasi proyek. Ini jelas harus jadi sorotan bersama. Termasuk profesionalitas pihak ketiga, direksi keet juga harusnya sudah ada sebelum proyek berjalan termasuk rambu rambu lalu lintas karena proyek tepat berada di sisi jalan protokol atau jalan nasional," ungkapnya.

Selain itu, Handi juga mempertanyakan kejelasan administrasi kontrak oleh Dinas PUPR Kota Cilegon.

"PA sama PPK proyek ini siapa ? Terus kelengkapan administrasi pihak ketiga juga diduga cacat. Hal ini yang sedang jadi pantauan kami," bebernya.

"PU juga harusnya jangan sosialisasi ke wilayah kelurahan setempat saja. Karena ini jalan raya dampaknya luas, harusnya disosialisasikan secara luas ke awak media dengan bekerjasama dengan Diskominfo. Apalagi kegiatan ini bukan tender terbuka tapi proses melalui e-pourchesing," sambung Handi.

Salah satu pengguna jalan, Amin juga menyayangkan minimnya rambu proyek di lokasi pekerjaan.

"Harusnya kontraktor profesional dong,, pasang rambu proyek atau papap informasi bertuliskan maaf sedang ada pekerjaan, ini bisa berpotensi terjadi laka lantas loh," ucapnya.

Dari pantauan langsung di lokasi dalam beberapa hari terakhir, memang belum terlihat adanya papan informasi proyek di lokasi proyek, termasuk keberadaan direksi keet. Bahkan rambu-rambu proyek sangat minim di lokasi proyek dan tampak puing bongkaran tampak tercecer di bahu jalan.

Tidak terlihat rambu proyek di lokasi proyek dan ceceran puing 

Sehingga belum diketahui apa nama perusahaan pihak ketiga yang mengerjakan proyek yang kabarnya akan menyedot APBD Kota Cilegon hampir Rp 4 miliar tersebut.

Ada belasan pekerja yang sedang melakukan pembongkaran trotoar dari titik Pertigaan Secufindo hingga Pertigaan Hotel Sukma di kedua sisi trotoar. Kabarnya sudah 3-4 hari pekerjaan proyek itu berjalan.

Kejanggalan lainnya, salah satu pekerja yang enggan disebut namanya, ia tidak tahu diupah berapa perharinya. Ia juga menyebut mandor proyek sedang tidak ada di lokasi, sehingga pihak ketiga  belum bisa dikonfirmasi terkait sorotan kejanggalan tersebut.

"Harian, tapi gak tahu berapanya. Mandornya Pak Aris, tadi pagi mah ada, sekarang mah gak tahu kemana. Papan proyek sama direksi keet saya gak tahu," ucapnya polos.

Dari informasi yang dihimpun dari detail kompetensi Inaproc, jadwal penawaran dimulai pada 14 Juli dan penawaran selesai pada 17 Juli 2026. Dengan total Pagu Rp.3,890.000.000;.

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna saat coba dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsAppnya, belum merespon pertanyaan wartawan. (*/red)

#Pembangunan
close