M. Ibrohim Aswadi, Dir Eksekutif Asosiasi Logam dan Plastik Cilegon Dorong Hilirisasi IKM Cilegon, Manfaatkan Kekuatan Kota Industri Baja dan Kimia

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

M. Ibrohim Aswadi, Dir Eksekutif Asosiasi Logam dan Plastik Cilegon Dorong Hilirisasi IKM Cilegon, Manfaatkan Kekuatan Kota Industri Baja dan Kimia

Minggu, 09 Agustus 2026



CILEGON— Kota Cilegon dikenal sebagai salah satu kawasan industri strategis dengan kekuatan utama pada sektor industri baja, kimia, petrokimia dan manufaktur. Besarnya ekosistem industri tersebut dinilai harus mampu menciptakan peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) lokal.

Atas dasar itu, Direktur Eksekutif Asosiasi IKM Logam dan Plastik Cilegon - Banten M. Ibrohim Aswadi, mendorong program hilirisasi IKM sebagai salah satu strategi untuk membawa pelaku usaha lokal naik kelas dan masuk lebih jauh ke dalam rantai pasok industri.

“Cilegon adalah kota industri baja dan kimia. Kekuatan industri besar yang ada harus menjadi ekosistem yang mendorong tumbuhnya IKM lokal. Jangan sampai IKM hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari rantai industri,” ujar Ibrohim. Minggu (9/8/2026).

M. Ibrohim Aswadi

Menurutnya, keberadaan industri baja dan kimia di Cilegon memberikan peluang besar bagi pengembangan IKM, khususnya IKM logam dan plastik, baik sebagai produsen komponen, penyedia kebutuhan industri, maupun pengolah bahan baku menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dari Bahan Baku Menjadi Produk Bernilai Tambah

Ibrohim menjelaskan, konsep hilirisasi harus mampu mengubah pola IKM dari sekadar memproduksi barang sederhana menjadi industri yang menghasilkan produk bernilai tambah dan memenuhi kebutuhan pasar industri.

“Misalnya sektor logam. Bahan baku atau material yang tersedia jangan berhenti sebagai bahan mentah atau setengah jadi. Kita dorong menjadi komponen, peralatan, spare part, produk fabrikasi dan berbagai kebutuhan industri lainnya,” jelasnya.

Begitu pula dengan sektor plastik. Menurutnya, potensi industri kimia di Cilegon dapat menjadi salah satu basis pengembangan produk plastik turunan, komponen industri, kemasan, produk rumah tangga hingga produk berbasis ekonomi sirkular dan daur ulang.

Membangun Mata Rantai Industri Lokal
Ibrohim menilai hilirisasi harus dibangun melalui sebuah ekosistem yang terintegrasi, mulai dari bahan baku, teknologi, SDM, pembiayaan, produksi, standardisasi, sertifikasi, pemasaran hingga akses kepada industri pengguna.
Karena itu, Asosiasi IKM Logam dan Plastik Cilegon akan mendorong terbangunnya mata rantai industri lokal yang mempertemukan IKM dengan industri besar.

“Industri besar membutuhkan supplier dan mitra kerja. IKM membutuhkan pasar. Ini yang harus kita hubungkan. Kita ingin ada kemitraan yang konkret, bukan hanya seremonial,” tegasnya.

Menurut Ibrohim, industri baja dan kimia yang berkembang di Cilegon semestinya mampu melahirkan industri-industri turunan baru yang tumbuh di tengah masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan industri besar tidak hanya memberikan kontribusi terhadap investasi daerah, tetapi juga menciptakan multiplier effect melalui tumbuhnya IKM, penyerapan tenaga kerja, peningkatan keterampilan dan munculnya wirausaha baru.

IKM Cilegon - Banten Harus Naik Kelas
Ibrohim menegaskan, tujuan akhir dari program tersebut adalah menjadikan IKM Cilegon semakin mandiri, kompetitif dan memiliki daya saing industri.

“Kita tidak ingin IKM Cilegon - Bsnten selamanya berada di kelas usaha kecil. Kita ingin naik kelas menjadi bagian dari industri. Dari produsen lokal menjadi supplier, dari supplier menjadi mitra strategis industri,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara Pemerintah Kota Cilegon, industri baja dan kimia, BUMN, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi dan asosiasi IKM.

“Cilegon sudah memiliki modal besar: industri baja, industri kimia, SDM, infrastruktur dan pasar. Sekarang tantangannya adalah bagaimana kekuatan tersebut kita hilirisasikan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Cilegon,” pungkas M. Ibrohim Aswadi. (*/red)

#Ekonomi

close