Pemerintah Akan Realisasikan Pelebaran Jalan Nasional: Serdang–Bojonegara-Merak

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Pemerintah Akan Realisasikan Pelebaran Jalan Nasional: Serdang–Bojonegara-Merak

Kamis, 22 Januari 2026


SERANG – Komisi V DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah terkait rencana pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara pada ruas Jalan Serdang–Bojonegara–Merak (SBM). DPR siap mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) agar proyek strategis tersebut segera direalisasikan.

Dukungan itu disampaikan usai audiensi antara Bupati Serang dengan Komisi V DPR RI dalam rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik ke Jalan Tol Serang–Panimbang di Plaza Tol Wika Serang–Panimbang, Desa Kaduagung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Kamis (22/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ratu Zakiyah menyampaikan sejumlah persoalan krusial infrastruktur yang dinilai mendesak. Salah satunya terkait rencana pembangunan exit tol di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, yang akan menjadi akses utama menuju Rumah Sakit Adhyaksa Banten guna mempercepat layanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, Ratu Zakiyah juga meminta percepatan relokasi salah satu bangunan SDN di Kecamatan Cikeusal yang terdampak trase Tol Serang–Panimbang.

“Mohon dorongan dari Bapak dan Ibu Anggota DPR RI supaya relokasi ini dipercepat. Banyak aduan dari masyarakat, kasihan anak-anak kalau terus belajar di lokasi yang tidak aman,” ujarnya.

Sorotan utama Ratu Zakiyah tertuju pada kondisi Kecamatan Bojonegara dan Pulo Ampel yang dikenal sebagai kawasan industri besar di Kabupaten Serang. Di wilayah itu berdiri sejumlah perusahaan raksasa seperti PT Wilmar Grup, PGN, PT Candra Asri, dan industri besar lainnya.

Namun ironisnya, menurut Ratu Zakiyah, masyarakat sekitar yang berjumlah lebih dari 30 ribu jiwa justru belum merasakan dampak pembangunan secara signifikan.

“Meski kawasan industri, fasilitas yang mereka dapatkan tidak sebanding. Jalan masih dua jalur, padahal pelebaran ini sudah puluhan tahun dijanjikan pemerintah pusat, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.

Ia juga menyoroti semakin padatnya arus lalu lintas akibat aktivitas pertambangan. Tercatat, terdapat sekitar 47 perusahaan tambang legal yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Ini dampak dari penutupan tambang di wilayah lain, sehingga aktivitas penambangan berpindah ke Bojonegara dan Pulo Ampel. Kondisinya sangat krodit,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Rombongan Kunker Spesifik sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Pemkab Serang.

“Kami akan mendorong Menteri PU agar Jalan Nasional Serdang–Bojonegara segera diperlebar. Ini aspirasi rakyat dan akan kami perjuangkan,” tegas Ridwan.

Dukungan serupa disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Banten I Pandeglang–Lebak, Ahmad Fauzi. Ia memastikan pihaknya akan mengawal proses tersebut hingga ke tingkat teknis di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten.

“Kita menunggu Detail Engineering Design (DED) dari Pemprov Banten. Setelah itu, kita kawal terus supaya proyek ini bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kemen PU Dedi Gunawan, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Serang.

Dengan dukungan politik dari DPR RI, Pemkab Serang berharap pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara tak lagi sekadar janji, melainkan segera menjadi proyek nyata yang mampu mengurai kemacetan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan industri Banten.(*/red)

#Pembangunan 
close