SDM Cilegon Siap Ambil Peran Strategis, Industri Didorong Ciptakan Hilirisasi Padat Karya

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

SDM Cilegon Siap Ambil Peran Strategis, Industri Didorong Ciptakan Hilirisasi Padat Karya

Selasa, 14 April 2026
Aktivis Cilegon, M. Ibrohim Aswadi


CILEGON—  Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Cilegon menyimpan harapan besar untuk menjadi bagian integral dalam geliat investasi industri yang terus berkembang di wilayah tersebut. Sebagai kota industri strategis, Cilegon memiliki potensi besar untuk menjadikan tenaga kerja lokal sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton dalam pembangunan ekonomi.

Seiring derasnya arus investasi, muncul dorongan kuat agar masyarakat lokal mampu mengisi peluang tersebut secara maksimal. Harapannya, SDM Cilegon dapat terserap sebagai tenaga kerja tetap (karyawan permanen) di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tanah kelahirannya sendiri.

“Cilegon sudah seperti ditakdirkan menjadi kota tujuan investasi industri. Maka masyarakatnya harus menjadi bagian utama dalam ekosistem tersebut,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Untuk mewujudkan hal itu, kolaborasi antara Pemerintah Kota Cilegon dan dunia industri menjadi kunci utama. Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan, pendidikan vokasi, dan sertifikasi keahlian harus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang," ungkap Pemerhati Sosial Masyarakat Cilegon, Ibrohim Aswadi. Selasa (14/4/2026).

Namun demikian, peran dunia industri tidak hanya sebatas menyerap tenaga kerja. Industri juga dituntut untuk berkontribusi lebih jauh dengan menciptakan mata rantai ekonomi melalui hilirisasi industri padat karya. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah membangun dan memberdayakan klaster-klaster UMKM yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

"Melalui pola ini, masyarakat tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga didorong menjadi entrepreneur atau pelaku usaha mandiri. Klaster UMKM yang terhubung dengan industri besar diyakini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari membuka peluang usaha baru hingga menyerap tenaga 
kerja dalam jumlah yang lebih luas," sambung mantan Anggota DPRD Kota Cilegon itu.


Dengan adanya sinergi antara industri besar dan UMKM lokal, ekosistem ekonomi yang inklusif dapat terwujud. Industri mendapatkan dukungan rantai pasok yang kuat, sementara masyarakat memperoleh peluang untuk naik kelas secara ekonomi.

"Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi daerah, mengurangi angka pengangguran, serta menjadikan Cilegon sebagai contoh kota industri yang tidak hanya maju secara investasi, tetapi juga berkeadilan dan wajib mensejahterakan masyarakat Cilegon," tandasnya. (*/red)

#Industri 

close