Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo saat menerima award kesehatan dari kementrian
CILEGON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang Merata, Berkualitas, Terjangkau dan Berkesinambungan.
Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mensukseskan program Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo di Bidang Kesehatan.
Kepala Dinkes Kota Cilegon Ratih Purnamasari menjelaskan, visi & misi yang dilaksanakan adalah Meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Cilegon.
"Dimana pelayanan Kesehatan harus dekat dan dapat menjangkau kesemua lapisan masyarakat," ujarnya.
Berbagai program telah dilakukan diantaranya, bantuan UHC Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Cilegon telah mencapai 484.027 Jiwa dengan jumlah yang bersumber dari APBD Kota Cilegon sebanyak 103.065 jiwa sampai dengan Bulan April 2026.
"Program ini merupakan bentuk perlindungan sosial di bidang kesehatan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya," jelasnya.
Selanjutnya, papar Ratih, program Layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di seluruh Puskesmas sampai Bulan April telah melayani pengunjung sebanyak 33.595 Jiwa.
"Lalu, Pelayanan 24 Jam Persalinan di 7 Puskesmas sampai saat ini telah menangani sebanyak 789 Persalinan, sebagai upaya menjamin keselamatan ibu dan bayi, paparnya.
Ratih menambahkan, Layanan Doklink telah dilaksanakan di 9 Puskesmas, dengan jumlah kunjungan mencapai 91 Orang.
"Layanan ini dihadirkan untuk mempermudah masyarakat menjangkau Pelayanan Kesehatan," ucapnya.
Dengan berbagai program tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berhasil meraih Penghargaan Tingkat Nasional dari Kementerian Dalam Negeri atas Keberhasilan dalam “Meningkatkan Akses dan Layanan Kesehatan Tahun 2025.
"Pemerintah Kota Cilegon juga mendapatkan Penghargaan UHC Awards 2026 dari Menko Pemberdayaan Masyarakat," jelasnya.
Walikota Cilegon Robinsar mengungkapkan, kesehatan menjadi salah satu resolusi utama pembangunan yang harus dilakukan.
"Fokus peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat menjadi penting. Tidak hanya RSUD saja. Namun, juga Puskesmas terus dibenahi secara infrastruktur dan pelayanannya," ujarnya.
Robinsar menegaskan, layanannya harus ditingkatkan dengan memberikan pelayanan yang mudah terjangkau dan gratis bagi yang tidak mampu. Bahkan, di Kota Cilegon tidak boleh lagi ada warga yang miskin dan sakit tapi tidak bisa berobat dan memeriksakan kesehatan di pelayanan Kesehatan.
"Masyarakat Cilegon ini secara perekonomian tidak semua menengah ke atas, banyak juga yang menengah ke bawah. Kami ingin pastikan masyarakat Cilegon ke depan itu bisa berobat. Banyak image masyarakat Cilegon tidak boleh sakit kalau sudah sore ke malam. Bagi yang tidak mampu itu pasti ke Puskesmas," pungkasnya. (Adv)
#Kesehatan
Komentar