Pengusaha lokal Cilegon, Qomarudin
CILEGON— Polemik yang terjadi di internal Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, dinilai berpotensi merugikan para pelaku usaha. Sehingga diharapkan adanya kepastian soal kepengurusan dan program di wadah organisasi pengusaha tersebut
Konflik organisasi yang terjadi saat ini dikhawatirkan bisa mengganggu program kerja yang sedang berjalan dan stabilitas dunia usaha.
Untuk itu, dorongan kepada Kadin Cilegon agar melakukan menggelar Musyawarah Kota atau pemilihan ketua baru disuarakan oleh pengusaha.
Seperti yang diutarakan oleh Direktur CV. Putra Bakti, Qomarudin yang memberikan dukungan kepada pengusaha lokal Dwi Qorry untuk dicalonkan sebagai Ketua Kadin Kota Cilegon.
"Dengan adanya polemik ini tentunya berdampak ke pengusaha soal kepastian program kerja. Organisasi adalah wadah, seperti kapal yang perlu nahkoda yang handal. Maka kalau memang perlu diadakan pemilihan, maka saya mendukung Bapak Dwi Qorry untuk mencalonkan ketua Kadin Cilegon," ujarnya. Senin (6/4/2026).
Ia menilai Dwi Qorry merupakan sosok pengusaha senior yang mempunya jiwai leadership dan segudang pengalaman.
"Sebelum menjadi pengusaha, Bapak Dwi Qorry merupakan aktivis senior yang turut mengawal berdirinya Kota Cilegon. Jadi beliau paham soal historis pembangunan dan dunia usaha khususnya industri," jelasnya.
Diketahui, setelah Ketua Kadin Cilegon Abah Salim terjerat persoalan hukum, Pengurus menggelar Rapat Pengurus Lengkap (RPL) pada Tanggal 13 Februari 2026, dan secara aklamasi terpilih Ikhwan Mahmud sebagai Pj Ketua Kadin Cilegon.
Namun tidak lama berselang, muncul isu adanya pembekuan oleh Pengurus Kadin Provinsi Banten yang disampaikan ke awak media oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Keanggotaan dan Tatalaksana, Agus R Wisas. Dan polemik tersebut mendorong kembali digelarnya Musyawarah Kota (Mukota) Kadin Cilegon. (*/red)
#Organisasi
Komentar