Warga Cilegon Demo Kantor PT Asahimas Chemical di Jakarta, Soroti Pengelolaan Limbah dan Kepedulian Lingkungan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Warga Cilegon Demo Kantor PT Asahimas Chemical di Jakarta, Soroti Pengelolaan Limbah dan Kepedulian Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2026
 


CILEGON – Puluhan warga dari Kota Cilegon, Banten, sengaja datang jauh-jauh ke Kota Jakarta untuk menyuarakan aspirasi dan keluhannya di Kantor Pusat PT Asahimas Chemical (ASC), World Trade Center (WTC) Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Massa aksi yang menamakan dirinya Perkumpulan Muda untuk Transparansi Data dan Fakta (Per-MATA) Banten ini menyoroti terkait pengelolaan limbah dan kepedulian lingkungan yang dinilai ada kejanggalan di plan pabrik Asahimas Chemical di Kota Cilegon.

Aksi yang berlangsung hari ini merupakan renteten dari suara-suara kritis masyarakat di sekitar pabrik, yang telah berlangsung cukup lama diabaikan oleh manajemen perusahaan kimia tersebut.

Sebelum aksi, warga sekitar telah berulang kali melayangkan permintaan klarifikasi bahkan somasi kepada PT Asahimas Chemical, namun hingga kini belum memperoleh tanggapan positif maupun tindak lanjut dari perusahaan

Menurut Koordinator Lapangan, R. Moch Permana, unjuk rasa difokuskan pada tiga tuntutan utama. 

Pertama, meminta perusahaan memberikan penjelasan terkait dugaan pelanggaran dalam pengelolaan limbah industri. 

Kedua, mendesak adanya keterbukaan dalam proses lelang pekerjaan serta penerapan persaingan usaha yang sehat. 

Ketiga, meminta perusahaan menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait perlindungan lingkungan hidup dan persaingan usaha.

"Selama ini, pengelolaan limbah industri oleh PT Asahimas Chemical kerap asal-asalan dan melanggar aturan. Bahkan pengelolaan limbah yang diduga B3 dan lainnya diserahkan kepada perusahaan yang tidak memiliki izin," ujar pria yang akrab disebut Abah Permana ini.

Abah Permana juga membeberkan bahwa aparat penegak hukum pernah mengusut dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Asahimas Chemical karena membuang limbah sembarangan di wilayah sekitar pabrik.

"Jangan masyarakat terdekat hanya mendapatkan dampak negatifnya saja, sedangkan keuntungan ekonominya dibawa ke luar negeri, dan peluang ekonomi di pabrik Asahimas ini hanya dikuasai segelintir orang dan kelompok," tegas Abah Permana.

Massa aksi lainnya, Dicky Rachmansyah, menyebut bahwa selama ini manajemen PT Asahimas Chemical di Cilegon diduga melakukan kolusi dan monopoli limbah scrap bernilai ekonomis dengan kelompok yang bernama BKPGS (Badan Koordinasi Pengusaha Gunungsugih).

"Selama ini jatah limbah scrap itu, seharusnya bisa bernilai manfaat untuk masyarakat yang lebih luas. Tetapi selama ini PT Asahimas menyerahkannya kepada pengusaha dari BKPGS yang tidak memiliki izin lingkungan dan bahkan keuntungannya hanya dinikmati sendiri oleh pengusaha tersebut tanpa alokasi yang jelas untuk masyarakat," tegas Dicky.

"Sudah banyak masyarakat yang komplain selama ini, tapi manajemen PT Asahimas Chemical di Cilegon itu tutup mata dan seperti ada permainan, tidak mau mempedulikan aspirasi masyarakat," imbuhnya.

Jika manajemen tetap tidak merespon tuntutan aksi ini, massa akan kembali melakukan aksi secara berkala di Kantor Pusat PT Asahimas Chemical maupun di lokasi pabriknya di Cilegon.

Sementara hingga berita ini ditayangkan, manajemen PT Asahimas Chemical belum bersedia memberikan tanggapan terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. (*/red)

#Lingkunganhidup
close