Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Warga Priuk Protes Hotel Regent

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Warga Priuk Protes Hotel Regent

Senin, 21 September 2026
Hotel Regent 


CILEGON— Keberadaan Hotel Regent di kawasan Lingkungan Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon menuai protes dari warga setempat.

Pasalnya hotel yang berada di tengah kota Cilegon tersebut, diduga menjadi sarana prostitusi. Baik melalui aplikasi medsos maupun langsung.

"Ada cewek-cewek yang tinggal di kamar hotel regent. Kalau tamu hotel yang singgah mah paling sehari dua hari. Ini mah lama. Setelah warga cek aplikasi Michat ketahuan ada akun yang menawarkan open BO di hotel Regent itu," ungkap salah satu warga Periuk. Senin (21/9/2026).

 "Bahkan untuk masitikan itu, saya sama temen datang ke hotel itu. Disitu diduga ada mamih atau orang yang mengkoordinir. Ya jelas kami sebagai warga sini keberatan. Sebab imbasnya bikin sial, mau hujan aja alot," imbuhnya.

Lebih lanjut, warga juga menjelaskan soal peran mamih yang diduga mengatur transaksi terhadap tamu khusus atau pria hidung belang yang ingin melampiaskan hasrat seksnya. Hal ini juga berkaitan dengan aturan hukum mengenai perdagangan orang di Indonesia, yang jelas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU TPPO).

"Kadang ada tamu orang kapal ketemuan sama mamihnya dulu di rumah makan. Kalau langsung chat dari aplikasi Michat ke ceweknya, ada juga joki yang memandu tamu," ungkapnya.

Warga Periuk juga menceritakan kejadian penangkapan cewek-cewek michat di Hotel Regent yang pernah dilakukan pihak kepolisian. Namun nyatanya praktik dugaan prostitusi tersebut kini kembali beroperasi.

"Dulu pernah digerebek polisi dari Polda, ya bisa jadi kalau sampai buka atau jalan lagi begitu mah, kemungkinan ada oknum polisi yang ikut membekingi," tegasnya.

Untuk itu warga meminta kepada segenap Pengurus Lingkungan Periuk, Satpol PP Kota Cilegon untuk melakukan sweeping ke Hotel Regent. Agar praktik dugaan prostitusi tidak terjadi di wilayahnya.

"Saya harap Pak RT, Pak RW dan Ketua Pemuda kompak, laporkan ke Trantib kelurahan sampai Satpol PP, terus lakukan sweeping ke Regent. Karena bikin kotor lingkungan, kalau dulu ada diskotik orang paling minum joget, ada manfaat bagi warga yang ikut kerja. Kalau prostitusi begitu mah bawa penyakit yang ada," tandasnya.

Hingga saat ini pihak manajemen Hotel Regent belum bisa dikonfirmasi. (*/red)

#Sosial
close