Pedzikir Link Kedung saat melantunkan alunan dzikir dan shalawat Maulid Nabi Muhammad SAW di Ragas Gerenyang
SERANG— Di akhir Bulan Rabi'ul Awal atau Maulid 1448 Hijriyah, masyarakat Cilegon dan Serang Provinsi Banten masih terus menjaga tradisi Dzikir dan Panjang Mulud untuk memperingati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW.
Seperti di Kampung Ragas Grenyang, Desa Argawana, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang yang merayakan maulid Nabi Muhammad SAW dengan membuat Panjang Maulid dan mengundang ratusan Pedzikir dari Link. Kedung, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Sabtu (5/9/2026).
"Terima kasih kepada masyarakat Kampung Gerenyang yang sudah mengundang Pedzikir dari Link. Kedung, luar biasa jamuan dan Panjang Mulud yang diberikan kepada kami," kata Ketua RW Link. Kedung, Abdurahman.
"Ada 120 pedzikir dari Link Kedung yang hadir bersama pedzikir dari kampung lainnya. Kami bergantian melantunkan dzikir dari pagi hingga siang, berupa marhaban Nabi Muhammad SAW, shalawat yang terkandung dalam kitab Barzanji dan Burdah," sambungnya.
Abdurahman berharap tradisi keagamaan dzikir dan panjang maulid untuk menyambut momen kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW yang ada sejak era Kesultanan Banten ini bisa terus dipertahankan dan dilestarikan.
"Alhamdulilah kami bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di luar lingkungan kami. Sekaligus ini juga wujud kecintaan masyarakat Banten kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Kami berharap dzikir dan panjang mulud ini bisa terus dilestarikan. Semoga kami yang merayakan hari kelahiran Kanjeng Nabi mendapatkan berkah dari Allah dan syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW," tuturnya.
"Besok, pedzikir Kedung juga diundang di Link Pecek. Dan untuk minggu depan kami warga Link Kedung akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, akan mengundang balik Pedzikir dari Ragas Gerenyang dan Link Cigiceh. Semoga silaturahmi ini bisa terus berjalan, dan terjalin," tutupnya. (*/red)
#Keagamaan
Komentar