Muktamar Al Khairiyah Ke-11: H. Ali Mujahidin Dinilai Layak Kembali Memimpin

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Muktamar Al Khairiyah Ke-11: H. Ali Mujahidin Dinilai Layak Kembali Memimpin

Rabu, 02 September 2026


Oleh: M. Ibrohim Aswadi

Muktamar Al Khairiyah ke-11 menjadi momentum strategis bagi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan dan masa depan Al Khairiyah di tengah tantangan umat yang semakin kompleks.

Nama H. Ali Mujahidin kembali menguat sebagai salah satu figur yang dinilai layak untuk melanjutkan kepemimpinan di Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah.

Selama dua periode kepemimpinannya, Al Khairiyah dinilai mengalami kebangkitan setelah melewati fase panjang yang membuat kiprah organisasi belum sepenuhnya tampil sebagaimana kapasitas sejarah dan kebesarannya.

Di bawah kepemimpinan H. Ali Mujahidin, Al Khairiyah perlahan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki sejarah panjang, jaringan luas, serta potensi besar untuk berkontribusi bagi bangsa dan umat.

Kini pertanyaannya bukan lagi bagaimana Al Khairiyah bangkit, tetapi bagaimana kebangkitan tersebut ditransformasikan menjadi kekuatan yang mampu berbicara di tingkat nasional bahkan dunia.

Sebagai salah satu organisasi Islam yang memiliki akar sejarah kuat dan dikenal sebagai organisasi tertua kedua di Indonesia, Al Khairiyah memiliki modal sejarah, sumber daya manusia, lembaga pendidikan, jaringan kader, dan basis masyarakat yang sangat besar.

Karena itu, Muktamar ke-11 diharapkan tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi menjadi tonggak baru kebangkitan Al Khairiyah menuju organisasi yang semakin kuat, modern, mandiri, berpengaruh, dan mampu mengambil peran di panggung dunia.

Untuk mewujudkan visi tersebut dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu meramu seluruh potensi besar Al Khairiyah menjadi sebuah kekuatan organisasi yang produktif dan bermanfaat bagi umat.

Pemimpin yang bukan hanya memiliki pengalaman organisatoris, tetapi juga piawai membangun jaringan, mengonsolidasikan kader, mengembangkan kelembagaan, membaca perubahan zaman, serta mampu menjadikan Al Khairiyah sebagai rujukan umat dalam membangun kehidupan Islam yang moderat, berilmu, berkemajuan dan berkeadaban — sebagai ummatan wasathan.

Di tengah kondisi umat yang tidak jarang mengalami kegamangan menghadapi perubahan sosial, ekonomi, politik, teknologi, dan budaya, kehadiran organisasi seperti Al Khairiyah menjadi semakin penting.

Umat membutuhkan wadah yang mampu mengayomi, melindungi, mendidik, mencerdaskan, memberdayakan dan mencerahkan.

Al Khairiyah harus hadir bukan sekadar sebagai organisasi yang memiliki sejarah, tetapi sebagai kekuatan moral dan intelektual umat yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Atas dasar itulah, dukungan agar H. Ali Mujahidin kembali memimpin PB Al Khairiyah dipandang sebagai pilihan untuk melanjutkan kesinambungan sekaligus mempercepat transformasi organisasi.

Pengalaman dua periode menjadi modal penting untuk membawa Al Khairiyah memasuki babak baru: dari kebangkitan menuju kejayaan, dari eksistensi menuju kontribusi, dan dari panggung nasional menuju panggung dunia.

Muktamar Al Khairiyah ke-11 akhirnya menjadi momentum penting untuk memilih kepemimpinan yang bukan hanya mampu menjaga warisan sejarah, tetapi juga berani membuka jalan menuju masa depan.

Al Khairiyah harus bangkit.
Al Khairiyah harus besar.
Al Khairiyah harus menjadi rujukan umat.
Dan kebangkitan itu harus diteruskan menuju level nasional dan dunia.

H. ALI MUJAHIDIN — LANJUTKAN KEPEMIMPINAN, BESARKAN AL KHAIRIYAH, CERDASKAN DAN CERAHKAN UMAT. (*/)

(*/)M.Ibrohim Aswadi
Panglima DPP Garda Al Khairiyah

#Opini
close