CILEGON - Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di jantung Kota Cilegon menjadi sorotan tajam. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Cilegon menilai wilayah hukum Polres Cilegon saat ini belum aman dan butuh perhatian serius.
Ketua PC IPNU Kota Cilegon, Muhammad Jidan, menegaskan bahwa pusat Kota Cilegon yang seharusnya menjadi wilayah paling aman justru menjadi lokasi rawan kehilangan kendaraan.
"Wilayah Polres Cilegon saat ini masih marak kehilangan kendaraan di pusat kota. Ini menjadi perhatian publik," kata Jidan, Minggu (1/11/2026).
Menurut Jidan, dalam satu waktu yang sama pada Jum'at, 30 Oktober 2026, tercatat dua unit sepeda motor raib digondol maling. Salah satunya Honda Vario hitam nopol A 5923 UM milik korban profesi sebagai wartawan yang hilang di depan halaman Kantor KADIN Cilegon sekitar pukul 19.30 WIB, yang dilakukan komplotan 3 orang menggunakan Honda Beat merah.
"Artinya wilayah Kota Cilegon saat ini belum aman dan tidak baik-baik saja," tegas Jidan.
Jidan mendesak Polres Cilegon dan Pemkot Cilegon untuk tidak tinggal diam. Ia meminta aparat bergerak cepat dengan melakukan monitoring di titik-titik rawan curanmor serta memasang CCTV di setiap sudut kota.
"Bergerak cepat lakukan penangkapan kepada pelaku untuk diberikan sanksi seberat-beratnya, agar pelaku jera dan tidak terus-menerus melakukan pencurian yang meresahkan masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah nomor satu yang wajib diberikan.
"Kalau sudah tidak aman, hidup mereka yang sudah susah akan semakin susah setelah jadi korban curanmor. Jangan sampai masyarakat Kota Cilegon terus dibayang-bayangi maraknya curanmor di wilayahnya sendiri," pungkas Jidan. (*/red)
#Peristiwa
Komentar