Aktivis Soroti Anggaran Proyek Revitalisasi JPO Ramayana, Belum Jadi Tapi Lama Terhenti

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Aktivis Soroti Anggaran Proyek Revitalisasi JPO Ramayana, Belum Jadi Tapi Lama Terhenti

Senin, 05 Januari 2026
Proyek Revitalisasi JPO Ramayana sempat terhenti beberapa pekan

CILEGON— Pelaksanaan perbaikan atau revitalisasi Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Ramayana yang sempat berjalan, namun kini terhenti, dipertanyakan oleh elemen masyarakat.

Diketahui, revitalisasi JPO Ramayana yang sebelumnya dilakukan pada akhir tahun 2025 lalu, setelah sebelumnya dilakukan pencopotan papan bilboard karena alasan rangkanya dianggap sudah keropos.

"Sempat jalan tapi gak lama berhenti padahal papan bilboard dan atap JPO belum terpasang. Ini ada apa?, ungkap aktivis Cilegon, Mohamad Mulyadi. Senin (5/12/2026).

"Dan setelah sekian pekan berhenti ini mau jalan lagi. Kok bisa seenaknya gitu kerjanya," tambahnya.

Kondisi proyek belum rampung sempat terhenti

Aktivis yang akrab disapa Kimung ini juga mempertanyakan sumber anggaran proyek tersebut. Sebab publik bingung apakah dari dinas terkait apakah dari CSR (Coorporate Social Responsibility). Sehingga perlu adanya pertanggung jawaban dari proyek perbaikan JPO tersebut.

"Dulu di tangani CK, (Dinas PUPR) masa iya proyek miliaran gak di tangani OPD terkait. Terus kontraknya siapa yang tanggung jawab?," ucapnya.

"Kalau CSR perusahan yang bangun kalau sudah jadi diserahkan ke walikota, kalau belum kelar begitu gimana?," imbuhnya.


Dalam waktu dekat Kimung mendesak kepada pihak aparat penegak hukum untuk menelusuri sumber anggaran CSR dari industri atau CSR BUMD yang seharusnya dapat diinformasikan kepada publik.

"Agar terang dan jelas proyek revitalisasi JPO tersebut, saya meminta usut tuntas kepada APH masa proyek se uprit bisa menelan dana hingga miliaran," tegas Kimung.

Hingga saat ini belum ada pihak pelaksana proyek yang bisa dikonfirmasi. (*/red)

#Pembangunan
close