Ketua Panglima Strategi Advokasi Rakyat PPMC, Mahendra Seftiyansah
CILEGON— Beredarnya pamflet boxing fight antara Isbatullah Alibasja dan Silmi Karim selaku Direktur Utama PT Krakatau Steel (PT. KS) yang beredar di Medsos Facebook dan Wattsapps Grup (WAG) yang menuai kritikan dari elemen mahasiswa. Kembali ditanggapi oleh elemen masyarakat.
"Pamflet boxing fight antara Isbatullah Vs Silmy Karim adalah sebuah satire, ini yang gagal dipahami oleh Sekretaris GMNI Cilegon. Kenapa tantangan boxing fight itu dibuat? Karena rupanya Silmy karim tidak cukup punya keberanian untuk melakukan "Mind Duel" melawan Kang Isbat," kata Panglima Strategi Advokasi Rakyat Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC), Mahendra Seftiyansah. Kamis (9/6/2022).
Mahendra juga menjelaskan soal ajakan Isbatullah untuk bertarung, merupakan gagasan, bersilat argumen serta gugat menggugat data terkait kondisi PT KS beserta seluruh persoalan turunannya tidak pernah direspon oleh Silmy Karim.
"Padahal jelas ajakan itu jauh lebih dulu disemestakan oleh Kang Isbat di media sosial, bahkan keinginan gulet pemikiran tersebut selalu disampaikan kepada siapapun yang sekiranya punya akses menyampaikan ke Silmy Karim. Kalo diajak berdebat tidak mau, yah siapa tahu diajak olah tubuh dalam hal ini bertinju dia mau," jelasnya.
"Lalu ada kegagal-pahaman lain dalam statement Sekretaris GMNI Cilegon itu, dia menyandingakan 3 frasa yaitu kritik, etika dan demokrasi. Bagaimana mungkin dalam sebuah sistem Demokrasi dia berpikir kritik dan etika adalah satu kesatuan. Kritik itu pasti, sedangkan etika itu relatif. Dari sini saja konstruksi berpikirnya udah tumpang tindih," imbuhnya.
Menurutnya, dalam sebuah demokrasi orang berdebat dengan saling menunjuk hidung, orang menyampaikan pendapat dengan moral ditembok merupakan hal yang biasa.
"Bahkan teman-teman mahasiswa sering kali aksi dengan memblokade jalan atau bakar ban. Syarat utama kritik terhadap pejabat atau badan publik itu adalah bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah, lalu memiliki validasi data dan keakuratan peristiwa," ujarnya.
"Dan saya rasa bung ihwan (Sekretaris GMNI Cilegon) tidak perlu berpikir bahwa metodologi kritik kang isbat itu tidak mendidik, karena yg tidak mendidik itu adalah ketika ada ribuan buruh dipecat, ketika ada ratusan pedagang kecil tergusur oleh pagar krakatau steel dan ketika ada ratusan orangtua jadi korban investasi bodong Primer Koperasi Krakatau Steel kita lebih memilih kumpul-kumpul di rumah makan enak bersama anak-istri dari pada ada bersama mereka di garis juang," tandasnya. (*red)
#Demokrasi
Komentar
