Suasana kegiatan belajar mengajar Sekolah Dasar
WARTAALBANTANI— Supervisi adalah kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh seorang profesional untuk membantu guru dan tenaga pendidikan lainnya dalam memperbaiki kualitas pembelajaran dan
pengajaran di sekolah. Secara etimologi, supervisi berasal dari kata “super” dan “visi” yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas.
Sedangkan supervisi pendidikan yakni suatu upaya pengawasan dan pengamatan tertinggi terhadap aktivitas
dan kinerja pendidik, dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sebuah sekolah
Di sekolah yang bertindak sebagai supervisor yaitu kepala sekolah yang harus memiliki kemampuan yang memadai untuk dapat mengatasi kesulitan guru dalam mengajar.
Bimbingan dan pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah merupakan upaya dalam memberikan kesempatan kepada pendidik untuk berkembang secara profesional, sehingga mereka lebih maju dalam melaksanakan tugas pokoknya.
Jika kemampuan kepala sekolah sama atau bahkan di bawah kualitas guru, maka tugas pembinaan dan pendampingan terhadap guru tidak begitu berarti. Kepala sekolah sebagai supervisor dalam melaksanakan tugasnya harus harus mengetahui dengan jelas apa yang harus
disupervisi dan bagaimana tekniknya.
Mengingat sekolah merupakan suatu organisasi yang kompleks, maka kepala sekolah harus mampu mengawasi seluruh kegiatan pendidikan, terutama yang melibatkan tenaga pengajar, khususnya guru, yang diharapkan siap dan mampu melaksanakan pembelajaran. Guru harus
memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan keahlian di bidang studinya.
Tiga komponen utama kompetensi supervisi kepala sekolah adalah: (1) merancang program supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru; (2) melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan prosedur dan metode yang benar; dan (3)
pemantauan hasil supervisi akademik guru untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Berdasarkan hal ini, maka termasuk kedalam supervisi akademik karena fokus
permasalahannya pada akademik dalam proses pembelajaran, yang bertujuan untuk pembelajaran menjadi efektif.
Dalam menjalankan tugas tentunya mengalami hambatan, lalu apa saja hambatan yang dialami supervisi? Berikut hambatan supervise:
Pertama, ketidakpastian waktu anatara kepala sekolah dan guru hal ini disebabkan karena kesibukan antar keduanya.
Kedua, tidak adanya dana yang disediakan dalam bentuk RAPBS.
Ketiga pengawas masih sangat kurang yaitu hanya 2 kali dalam satu tahun ajaran.
keempat guru masih banyak takut di supervisikan.
Dari permasalahan tersebut terdapat solusi yaitu kepala sekolah memberi waktu kepada pendidik untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan yang dimilikinya.
Maka, dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan utama seorang supervisi di sekolah untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengajaran di sebuah institusi pendidikan.
Pengawasan tidak hanya berkaitan dengan pengawasan rencana atau program, tetapi juga mencakup identifikasi persyaratan dan kondisi yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif. (-*)
Oleh:
(-*) Vicky Fauziah1
, Erlin Putri Anggraeni 2
, Lukman Nulhakim3
-1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tritayasa.
-2. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tritayasa.
3. Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sultan Ageng Tritayasa.
e-mail: {2227210048@untirta.ac.id, 2227210063@untirta.ac.id}
#Artikel
Komentar