Sebagai Ulil Amri, Pemerintah Harus Mempersatukan Membuat Gagasan Ke Depan dalam Keputusan Hari Raya Idul Fitri.

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Sebagai Ulil Amri, Pemerintah Harus Mempersatukan Membuat Gagasan Ke Depan dalam Keputusan Hari Raya Idul Fitri.

Jumat, 20 Maret 2026

Oleh: Muhammad Ibrohim Aswadi


Pemerintah sebagai otoritas Ulil Amri memiliki kewajiban untuk menyatukan penetapan Hari Raya Idul Fitri secara serentak demi menjaga kemaslahatan umat, persatuan, serta keagungan rahmat berjamaah.

Meskipun di Indonesia penentuan awal Ramadan menggunakan kombinasi metode rukyatul hilal (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomi) yang difinalisasi melalui Sidang Isbat, maka hasil keputusan tersebut seyogianya menjadi pedoman bersama yang dihormati dan diikuti oleh seluruh elemen umat Islam.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 59:

ูŠٰุٓงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุٓง ุงَุทِูŠْุนُูˆุง ุงู„ู„ّٰู‡َ ูˆَุงَุทِูŠْุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆْู„َ ูˆَุงُูˆู„ِู‰ ุงู„ْุงَู…ْุฑِ ู…ِู†ْูƒُู…ْۚ ูَุงِู†ْ ุชَู†َุงุฒَุนْุชُู…ْ ูِูŠْ ุดَูŠْุกٍ ูَุฑُุฏُّูˆْู‡ُ ุงِู„َู‰ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَุงู„ุฑَّุณُูˆْู„ِ ุงِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุงٰุฎِุฑِۗ ุฐٰู„ِูƒَ ุฎَูŠْุฑٌ ูˆَّุงَุญْุณَู†ُ ุชَุฃْูˆِูŠْู„ًุง 

Iklan

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."

Iklan

Ayat ini menegaskan pentingnya ketaatan kepada pemimpin dalam perkara yang membawa kemaslahatan dan tidak bertentangan dengan syariat.

Penetapan Hari Raya merupakan bagian dari urusan bersama yang membutuhkan keseragaman demi menghindari perpecahan di tengah umat.
Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, di antaranya Sahl bin Abdillah At-Tustary Rahimahullah:

Iklan

 ุฃุทูŠุนูˆุง ุงู„ุณู„ุทุงู† ููŠ ุณุจุนุฉ : ุถุฑุจ ุงู„ุฏุฑุงู‡ู… ูˆุงู„ุฏู†ุงู†ูŠุฑ ، ูˆุงู„ู…ูƒุงูŠูŠู„ ูˆุงู„ุฃูˆุฒุงู† ، ูˆุงู„ุฃุญูƒุงู… ูˆุงู„ุญุฌ ูˆุงู„ุฌู…ุนุฉ ูˆุงู„ุนูŠุฏูŠู† ูˆุงู„ุฌู‡ุงุฏ
 
Taatilah pemerintah pada 7 hal: 
Pemberlakuan mata uang dinar dan dirham, takaran dan timbangan, aturan hukum, haji, jumat, shalat 2 hari raya dan jihad. 
(Tafsir al-Qurthubiy, surah an-Nisa ayat 59).

Hal ini menunjukkan bahwa penetapan dua hari raya termasuk dalam ranah otoritas yang perlu ditaati demi terciptanya ketertiban, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

Iklan

Namun demikian, perbedaan dalam metode penetapan tetap diakui sebagai bagian dari rahmat Allah SWT.

Perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, serta tidak menjadi sebab perpecahan. Justru perbedaan adalah untuk meluluhkan ego sentris yang ada untuk disatukan dalam bingkai kebersamaan, rahmat berjamaah akan lebih terasa, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menghadirkan keindahan Islam sebagai agama yang mempersatukan.

Iklan

Ke depan, kami menyarankan, sebagai langkah strategis untuk memperkuat persatuan umat, diharapkan pemerintah dapat mengundang dan melibatkan para ulama, kiyai, pimpinan pondok pesantren, serta seluruh organisasi kemasyarakatan Islam jauh hari sebelum pelaksanaan rukyatul hilal dan proses hisab dilakukan. Forum musyawarah ini menjadi ruang dialog ilmiah dan syar’i, sehingga setiap perbedaan dapat dibahas secara terbuka, saling memahami, serta melahirkan keputusan yang lebih inklusif, bijak, dan dapat diterima oleh seluruh kalangan.


Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan bukan hanya bersifat formal administratif, tetapi benar-benar menjadi representasi kesepakatan umat, memperkuat legitimasi, serta menghadirkan persatuan yang hakiki dalam momentum setiap tahun menyambut Hari Raya Idul Fitri. (*/)

(*/) Muhammad Ibrohim Aswadi
Penulis adalah Panglima Kaji Muda Banten

#Opini
close