Warga Minta Ketua DPRD Lebak Dicopot

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Warga Minta Ketua DPRD Lebak Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026

LEBAK -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, dr Juwita Wulandari diminta dicopot dari jabatannya andai kelak terbukti terlibat kasus dugaan penculikan dan pengeroyokan terhadap salah satu aktifis Lebak, Fam Fuk Tjhong alias Uun.

Permintaan tersebut dilontarkan oleh Tb Atang Solihin,  Relawan Peduli Uun(RPU) dalam orasinya di depan kantor DPRD Kabupaten Lebak.

Kegeraman masyarakat atas terjadinya dugaan penculikan kepada Uun dilampiaskan melalui aksi unjuk rasa yang melibatkan sedikitnya 100 orang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari masyarakat, tokoh pemuda serta perwakilan ormas lainnya berlangsung dari pagi sekitar pukul 09.00 WIb sampai dengan siang pukul 13.00.

Kata Tb Atang Solihin, peserta aksi di depan kantor wakil rakyat tersebut benar-benar murni dilandasi rasa kesetiakawanan dan solidaritas. Karena itu jika nanti terbukti ada keterlibatan Ketua DPRD, maka pihaknya meminta agar Juwita Wulandari mundur dari jabatannya.

“Kelak jika terbukti ada keterlibatan ketua DPRD Kabupaten Lebak dalam peristiwa dugaan penculikan dan pengeroyokan, maka kami meminta agar segera dilakukan pencopotan kepada ibu Juwita,”kata Tb Atang Solihin, Kamis(23/07/2026).

Bahkan pihaknya meminta kepada Badan Kehormatan(BK) DPRD Kabupaten Lebak segera melakukan persidangan tanpa menunda waktu dan menjatuhkan sanksi terberat sesuai dengan peraturan perundang-undangan, jika ada keterlibatan Juwita Wulandari dalam kasus tersebut.

Lebih lanjut menurut Tb Atang, penegak hukum harus tegas dalam memproses perkara dugaan penculikan dengan tuntas, tanpa melihat status jabatan ataupun pangkat. Karena kata dia, hal tersebut bakal memberikan jaminan keamanan dan perlindungan hukum sepenuhnya kepada korban.

“Kami minta agar apparat penegak hukum dapat tegas dalam melakukan penanganan terhadap kasus ini. Selain itu kami juga meminta   jaminan keamanan dan perlindungan hukum sepenuhnya bagi korban, keluarga, dan seluruh saksi yang berani mengungkap kebenaran,”katanya lagi.

Sementara itu, Fam Fuk Tjhong alias Uun dalam orasinya menjelaskan kronologis terjadinya peristiwa dugaan penculikan kepadanya. Kata dia, pihaknya dibawa kerumah kediaman ketua DPRD Lebak oleh  pelaku penculikan, sejak diambil dari rumah sampai dengan kediaman Ketua DPRD Lebak, ia mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan.

“Saya dibawa kerumah ibu ketua DPRD Lebak, saya dipukuli oleh mereka,”kata Uun.

Erik Setiana, anggota DPRD Kabupaten Lebak yang menerima pengunjuk rasa mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Badan Kehormatan dan pimpinan lainnya. Hal itu dikarenakan persoalan yang terjadi saat ini akan terselesaikan melalui mekanisme yang ada, kata dia, pihaknya hanya menjadi jembatan saja antara masyarakat dengan DPRD.

“Saya mencoba menyampaikan aspirasi kepada Badan Kehormatan dan unsur pimpinan lainnya,”kata Erik.

Terpisah, Acep Saefudin, penasehat hukum Ketua DPRD Lebak mengaku, pihaknya menghormati proses hukum maupun proses di DPRD. Kata dia, yang pasti ketua DPRD sama sekali tidak tahu terkait penculikan dan pengeroyokan.

"Kita hormati proses hukum, kalau memang terbukti kita hormati juga proses di DPRD, yang jelas Ibu Ketua sama sekali tidak tahu terkait penculikan dan pengeroyokan terhadap saudara Uun, hanya tahu  ketika pak Uun dibawa meminta maaf ke rumahnya,"kata Acep melalui pesan WA.(Fahdi Khalid)...Caption Poto : Masyarakat saat mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Lebak. (*/)

#Pemerintahan
close