M. Ibrohim Aswadi
BANTEN — Panglima Kesatuan Aksi Jam'iyah Intifadah Muda Banten (Kaji Muda Banten), M. Ibrohim Aswadi, menyatakan akan segera mendorong gagasan terwujudnya Banten sebagai Daerah Istimewa.
Menurut Ibrohim, gagasan tersebut tidak semata-mata berbicara tentang perubahan status administratif, tetapi merupakan upaya mengangkat kembali sejarah, identitas, perjuangan, serta kontribusi Banten dalam perjalanan panjang menuju kemerdekaan Republik Indonesia.
“Banten memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang mempunyai kedaulatan, tradisi pemerintahan, kekuatan ekonomi, perdagangan, keagamaan, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Semangat perjuangan itu harus kita rawat dan diterjemahkan dalam pembangunan Banten hari ini,” ujar Ibrohim.
Ia menilai sejarah Kesultanan Banten dan perjuangan masyarakat Banten melawan kolonialisme merupakan bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Banten juga memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Jawa dan kawasan yang sejak dahulu menjadi jalur perdagangan serta pertemuan berbagai kekuatan Nusantara dan internasional.
“Semangat para pendahulu kita adalah semangat mempertahankan martabat, kedaulatan dan kemerdekaan. Setelah Indonesia merdeka, semangat itu harus diwujudkan dalam kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Banten,” tegasnya.
Kaji Muda Banten, lanjut Ibrohim, akan mendorong kajian sejarah, hukum, sosial, ekonomi, budaya dan tata kelola pemerintahan sebagai landasan untuk membangun argumentasi mengenai kemungkinan Banten memperoleh status Daerah Istimewa.
“Ini bukan sekadar slogan. Kita harus mengkajinya secara serius, konstitusional dan demokratis. Jika memang memiliki dasar historis, sosiologis dan yuridis yang kuat, maka aspirasi Daerah Istimewa Banten harus diperjuangkan melalui mekanisme yang sesuai dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan,” katanya.
Ibrohim menegaskan bahwa perjuangan tersebut harus tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Daerah Istimewa Banten bukan untuk memisahkan Banten dari Indonesia. Justru sebaliknya, ini adalah ikhtiar untuk memperkuat Banten sebagai bagian dari NKRI dengan kekhasan sejarah, budaya dan karakter masyarakatnya,” pungkasnya.
Kaji Muda Banten berencana membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, ulama, pemuda, organisasi masyarakat, pelaku usaha serta seluruh elemen masyarakat Banten untuk membahas gagasan tersebut secara terbuka dan konstruktif. (*/red)
#Pembangunan
Komentar