Tambah Lima Guru Besar, UIN SMH Makin Kokoh Jadi Salah Satu Kampus Unggulan di Banten
✕

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Tambah Lima Guru Besar, UIN SMH Makin Kokoh Jadi Salah Satu Kampus Unggulan di Banten

Jumat, 16 Oktober 2026



SERANG— Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan bahwa saat ini warga Banten tidak perlu lagi jauh-jauh berkuliah ke luar daerah. Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Kota Serang, Kamis (15/10/2026).

​Dimyati menilai UIN SMH Banten telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan terbaik di Provinsi Banten, yang dibuktikan dengan terus bertambahnya pakar akademisi di kampus tersebut.

​"Baru saja dikukuhkan lima guru besar oleh Rektor. Ini tentu menambah deretan tenaga ahli yang ada di UIN Banten," ujar Wagub Dimyati usai acara pengukuhan.

​Ia berharap pengukuhan guru besar ini membawa dampak positif bagi pengembangan pendidikan agama Islam yang membawa rahmat bagi seluruh umat manusia (rahmatan lil 'alamin). Selain itu, kiprah UIN SMH diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banten secara khusus, maupun bagi bangsa dan negara.

​“Semoga pencapaian ini mampu meningkatkan akreditasi dan integritas pendidikan di Banten. Ke depan, kualitas pendidikan kita diharapkan semakin adaptif, unggul, dan tangguh,” terangnya.

​Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN SMH Banten Prof. Muhammad Ishom, memaparkan bahwa saat ini kampus yang ia pimpin telah memiliki 32 guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Ia menargetkan akan terus melahirkan pakar dan guru besar setiap tahunnya demi memperkuat kontribusi UIN Banten di masyarakat.

​"Target saya, dalam empat hingga lima tahun ke depan, UIN Banten harus memiliki 60 guru besar. Mudah-mudahan ikhtiar ini dapat terealisasi," ungkap Prof. Ishom.

​Adapun kelima guru besar baru yang dikukuhkan dalam sidang senat terbuka tersebut adalah Prof. Wazin, Prof. Eneng Muslihah, Prof. Nana Jumhana, Prof. Badrudin, dan Prof. Iin Ratna Sumirat.(*/red)

#Pendidikan
close