Proyek TPT Pokir Dewan di Cilegon Ini Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Japati Minta Dewan, Disperkim dan APH Turun Cek Lapangan
✕

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Proyek TPT Pokir Dewan di Cilegon Ini Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Japati Minta Dewan, Disperkim dan APH Turun Cek Lapangan

Minggu, 04 Oktober 2026




CILEGON— Kegiatan Penyelenggaraan PSU Perumahan, pekerjaan Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di Jalan KH. M. Sadeli Link. Jerang Ilir Kel. Karang Asem Kec. Cibeber dengan nilai kontrak *Rp. 215.878.000,- yang dikerjakan oleh pelaksana PT. Sinar Kedaung Perkasa* dan pihak konsultan dari PT. Esa Sakti Consultant dengan sumber dana APBD Kota Cilegon 2026, menjadi sorotan tajam LSM Jaringan Pemuda Banten anti korupsi (JAPATI).

Pasalnya, dari hasil investigasi dan dokumentasi foto serta video di lapangan, pekerjaan TPT tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak mengutamakan kualitas.

"Dari video bukti (durasi 23 detik) terlihat jelas: Batu kali dipasang langsung di dalam genangan air selokan yang kotor dan berlumpur tanpa terlihat bekas galian dan pengeringan. Tidak ada galian pondasi yang memadai," ungkap Ketua LSM Japati Kota Cilegon, Ari Hermawan, Minggu (5/10/2026).

Ari menegaskan, dirinya mengajak masyarakat setempat untuk ikut serta berpartisipasi mengawasi setiap pembangunan yang menggunakan anggaran APBD atau APBN.

"Saya mengajak masyarakat Link. Jerang Ilir khususnya, jangan diam. Ikut awasi. Ini uang rakyat dari APBD Kota Cilegon. Agar pihak pemerintah dan pelaksana tidak semena-mena atau asal jadi tanpa mengutamakan kualitas. Jangan cuma bisa teriak-teriak menyalahkan pemerintah jika suatu saat terjadi kerusakan dalam jangka dekat, tapi dari sekarang kita kawal," tegasnya.

Lebih lanjut, LSM Japati juga meminta pihak terkait untuk segera bertindak.

"Saya juga meminta pihak dewan DPRD Kota Cilegon, pihak dinas terkait yaitu Dinas Perkim, dan APH (Aparat Penegak Hukum) untuk segera cek langsung kondisi di lapangan atas dugaan kejanggalan yang dikerjakan asal jadi ini. Jangan tunggu roboh baru datang," tutupnya. (*/red)

Sementara itu, pihak Disperkim dan kontraktor pelaksana belum bisa dikonfirmasi. (*/red)

#Pembangunan

close