CILEGON – Kepala Kantor Pertanahan Kota Cilegon menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) Container Yard Terintegrasi Angkutan Kereta Api Barang di Kota Cilegon, Selasa (3/11/2026), bertempat di Aston Cilegon Boutique Hotel.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Perencanaan Infrastruktur, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kota Cilegon memberikan presentasi mengenai status lahan kandidat lokasi dan mitigasi risiko pertanahan sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung kesiapan proyek investasi. Paparan tersebut mencakup informasi ketersediaan bidang tanah potensial, status hak atas tanah, potensi permasalahan atau sengketa lahan di sekitar Stasiun Krenceng, Stasiun Cigading, dan kawasan Krakatau Steel, serta pemanfaatan Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai acuan indikatif nilai lahan.
Dalam paparannya, Kepala Kantor Pertanahan Kota Cilegon menyampaikan bahwa aspek pertanahan merupakan salah satu faktor fundamental yang perlu diperhatikan sejak tahap perencanaan investasi. Kejelasan status dan penguasaan tanah, kesesuaian peruntukan, serta identifikasi potensi permasalahan pertanahan menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko dan memberikan kepastian bagi calon investor.
Terkait Zona Nilai Tanah (ZNT), beliau menjelaskan bahwa informasi ZNT dapat dimanfaatkan sebagai salah satu referensi dalam memberikan gambaran indikatif nilai tanah di sekitar lokasi yang menjadi kandidat pengembangan Container Yard. Dengan demikian, data pertanahan, termasuk informasi nilai tanah, diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan investasi.
FGD ini bertujuan untuk mempertajam berbagai aspek pendukung pengembangan Container Yard yang terintegrasi dengan jaringan kereta api barang, mulai dari aspek prasarana perkeretaapian, pertanahan, perizinan berusaha, kebutuhan pasar, hingga model bisnis. Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan DPMPTSP Kota Cilegon, asosiasi industri olefin, aromatik dan plastik Indonesia (INAPLAS), serta Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) untuk memberikan perspektif dan masukan sesuai bidang masing-masing.
Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Kantor Pertanahan Kota Cilegon diharapkan dapat memberikan dukungan informasi dan aspek pertanahan guna mendorong kepastian lahan serta meminimalkan risiko dalam perencanaan investasi. Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam mewujudkan peluang investasi yang siap ditawarkan kepada investor sekaligus mendukung penguatan konektivitas dan efisiensi logistik di Kota Cilegon. (*/red)
#Pemerintahan
Komentar