SERANG— Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang ke-500, Creative Democracy Center (CDC) mengingatkan pemerintah daerah agar momentum lima abad tidak berhenti pada seremoni, perayaan, dan slogan pembangunan.
Lima abad perjalanan Kabupaten Serang, menurut CDC, justru harus menjadi momentum untuk membuka ruang evaluasi secara kritis terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat, mulai dari pengangguran, pemerataan pendidikan, hingga tata kelola aktivitas pertambangan.
Sekretaris Jenderal CDC, Erick Ferdyan, mengatakan bahwa usia 500 tahun seharusnya menjadi momentum untuk mengukur secara jujur sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya sibuk merayakan usia Kabupaten Serang, tetapi lupa bertanya bagaimana kondisi masyarakatnya. Lima abad harus menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar seremoni,”ujar Erick. Jum'at (2/10/2026).
Industri Besar, Masyarakat Lokal Masih Mencari Kerja
Erick menyoroti persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Serang yang menjadi salah satu daerah dengan aktivitas industri cukup besar di Provinsi Banten.
Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri semestinya berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Serang pada Agustus 2025 tercatat sebesar *8,73 persen*, meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertanyaannya sederhana, ketika industri terus tumbuh, sejauh mana masyarakat Kabupaten Serang mendapatkan manfaat langsung? Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri,” kata Erick.
CDC mendorong pemerintah daerah memperkuat kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal, meningkatkan kualitas pelatihan kerja, serta membangun keterhubungan yang lebih kuat antara lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia industri.
500 Tahun, Pendidikan Masih Harus Menjadi Pekerjaan Rumah
CDC menilai pemerintah tidak boleh hanya menjadikan pembangunan fisik sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan. Kualitas manusia harus menjadi ukuran yang tidak kalah penting.
“Kalau kita bicara masa depan Kabupaten Serang, maka investasi terbesar sebenarnya ada di ruang kelas. Anak-anak Kabupaten Serang hari ini adalah wajah Kabupaten Serang 20 atau 30 tahun ke depan,” ujar Erick.
Ia menilai pemerataan fasilitas pendidikan, kondisi ruang kelas, ketersediaan sarana belajar, kualitas tenaga pendidik, serta akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu harus menjadi perhatian serius.
“Jangan sampai gedung-gedung megah berdiri, tetapi masih ada anak Kabupaten Serang yang kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak. Lima abad seharusnya cukup untuk membuat kita belajar bahwa pembangunan manusia tidak boleh menjadi agenda sampingan,” tegasnya.
Pertambangan : Pembangunan Ekonomi Atau Beban Lingkungan?
CDC juga menyoroti persoalan aktivitas pertambangan di Kabupaten Serang.
Menurut Erick, pemerintah harus memastikan seluruh kegiatan pertambangan berjalan berdasarkan ketentuan perizinan, memperhatikan keselamatan, serta memenuhi kewajiban perlindungan lingkungan.
“Jangan sampai keuntungan ekonomi hanya dinikmati segelintir pihak, sementara masyarakat harus menanggung dampaknya berupa kerusakan jalan, debu, gangguan lingkungan, maupun risiko keselamatan,” katanya.
CDC mendorong pemerintah melakukan pengawasan secara transparan dan berkala terhadap aktivitas pertambangan. Setiap dugaan pelanggaran, kata Erick, harus ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Lima Abad, Saatnya Berani Bercermin
Erick menegaskan bahwa momentum HUT ke-500 Kabupaten Serang harus menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan daerah.
“Lima abad itu bukan angka kecil. Kalau usia sudah 500 tahun, maka kita harus berani bercermin. Apa yang sudah berhasil? Apa yang belum selesai? Dan siapa yang paling merasakan manfaat pembangunan?” ujarnya.
Menurut CDC, keberhasilan Kabupaten Serang tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya investasi, luasnya kawasan industri, banyaknya pembangunan fisik, maupun meriahnya perayaan HUT.
Keberhasilan pembangunan harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, pendidikan yang berkualitas dan merata, serta lingkungan yang terlindungi.
“Kabupaten Serang tidak hanya membutuhkan pertumbuhan, tetapi juga pemerataan dan keberpihakan. Jangan sampai daerahnya terus berkembang, tetapi sebagian masyarakatnya masih tertinggal. Lima abad harus menjadi momentum untuk memastikan pembangunan benar-benar kembali kepada rakyat,” tutup Erick Ferdyan.(*/RS)
#Pembangunan
Komentar