Laskar Tanduk Hitam Dukung Erick Rebi'in Terus Nahkodai PCNU Cilegon

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Laskar Tanduk Hitam Dukung Erick Rebi'in Terus Nahkodai PCNU Cilegon

Rabu, 22 April 2026




CILEGON— Nuansa politis di dalam organisasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU) Kota Cilegon mulai meningkat. Hal ini seiring dengan adanya wacana pergantian kepemimpinan. Tidak hanya perbincangan internal, tetapi telah bergeser menjadi ruang dialektika publik yang melibatkan berbagai elemen, tokoh masyarakat hingga organisasi kepemudaan.

Dukungan dan dorongan terhadap regenerasi kepemimpinan kian menguat. Hadirnya aspirasi yang muncul tidak sekadar menuntut pergantian figur, melainkan juga menginginkan arah baru: kepemimpinan yang lebih adaptif, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Salah satu suara yang mencuat datang dari Mulyadi Sanusi. Aktivis Cilegon yang juga sebagai Presiden Laskar Tanduk Hitam itu, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Erick Rebi’in untuk kembali memimpin PCNU Kota Cilegon di periode selanjutnya.

Menurut sosok nyentrik yang akrab disapa Cak Moel ini, momentum pergantian sebuah dinamika dan rutinitas organisasi, melainkan titik krusial untuk memastikan keberlanjutan arah gerak Nahdlatul Ulama di tingkat kota.

“Ini bukan hanya soal melanjutkan periode kepemimpinan, tetapi bagaimana memastikan estafet organisasi berjalan dengan energi baru. Kita butuh figur muda yang punya visi, keberanian, dan kemampuan membaca perubahan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menilai, sosok Erick Rebi’in merupakan representasi generasi muda yang memiliki potensi dan kapasitas untuk membawa organisasi ke level yang lebih progresif. Bukan hanya dari sisi usia, tetapi juga dari cara pandang dan pendekatan terhadap persoalan umat.

Dalam lanskap organisasi keagamaan yang semakin kompleks, kata dia, keterlibatan generasi muda tidak lagi bisa ditempatkan sebagai pelengkap. Justru, kehadiran mereka menjadi kebutuhan strategis—terutama dalam merespons perkembangan sosial, budaya, hingga transformasi digital yang terus bergerak cepat.

“Kalau kita ingin Nahdlatul Ulama tetap relevan, maka ruang bagi anak muda harus dibuka selebar-lebarnya. Erick Rebi’in punya peluang itu, dan layak diberi kesempatan untuk melanjutkan,” tegasnya.

Selain itu, Cak Moel menekankan bahwa regenerasi bukan berarti mengesampingkan pengalaman. Sebaliknya, ia harus menjadi titik temu antara semangat baru dan kebijaksanaan lama—sebuah kolaborasi yang akan memperkuat fondasi organisasi.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar proses pergantian kepemimpinan tetap berjalan dalam koridor yang sehat dan demokratis. Menurutnya, soliditas internal harus menjadi prioritas utama, di atas segala kepentingan kelompok.

“Marwah organisasi harus dijaga. Siapapun yang memimpin nanti, harus mampu merangkul semua elemen dan menjaga PCNU tetap solid,” tandasnya 

Diketahui, menghangatnya dinamika ini, menjadi perhatian publik yang  menanti arah akhir dari proses regenerasi PCNU Kota Cilegon—apakah akan melahirkan kepemimpinan yang sekadar melanjutkan, atau justru menghadirkan lompatan baru bagi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu. (*/red)

#Organisasi
close